Jakarta - Mudik lebaran dengan menggunakan sepeda motor sudah menjadi tradisi setiap tahun bagi umat muslim. Tercatat selama lebaran, kecelakaan yang paling banyak terjadi melibatkan sepeda motor. "Paling banyak sepeda motor. Begitu juga dengan pelanggaran, kebanyakan dilakukan oleh sepeda motor," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira ketika dihubungi wartawan, Selasa (7/10/2008). Berdasarkan data rekapitulasi data operasi ketupat dari H-5 hingga H+5 yang disampaikan melalui pesan singkat oleh Abubakar, tercatat total kecelakaan lalu lintas sebanyak 1.181 kasus. Parahnya lagi, kecelakaan yang paling banyak terjadi melibatkan sepeda motor yaitu sebanyak 1.426 unit motor. Kecelakaan dengan mobil penumpang tercatat 349 mobil, sedangkan mobil bus sebanyak 110 unit mobil. Untuk kecelakaan yang melibatkan mobil beban sendiri sebanyak 191 unit. Lebih lanjut Abubakar menjelaskan penyebab dari kecelakaan yang melibatkan sepeda motor diakibatkan karena pengendara motor melanggar lalu lintas. Pelanggaran tersebut berupa pelanggaran rambu-rambu, kebut-kebutan dan kapasitas muatan melebihi dua orang serta membawa barang terlalu banyak dan itu semua yang mudik menggunakan sepeda motor tanpa kawalan polisi. "Kalau yang dikawal polisi selamat semua," ujar Abubakar. Hal tersebut dijelaskan Abubakar karena mudik menggunakan sepeda motor dengan pengawalan polisi lebih terkontrol kecepatannya dan laju kendaraanya sendiri lebih teratur. Untuk meminimalisasi kecelakaan tersebut, Polri akan lebih meningkatkan lagi pengamanan dan penjagaan di lapangan untuk ke depannya. Selain itu, Polri tetap mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas yang sudah ada. "Kesadaran masyarakat akan kecelakaan lalu lintas khususnya untuk pengendara motor itu sendiri sangatlah penting," pungkasnya.(mei/gah)
Minggu, 26 Oktober 2008
Minggu, 14 September 2008
Komunitas Sepeda Minta Jalur Khusus di Jalan Protokol
Jakarta-Selalu merasa was-was dan takut tertabrak. Itulah yang dirasakan hampir semua anggota komunitas pengguna sepeda Bike to Work jika setiap hari berangkat dan pulang dari tempat kerja. Mereka pun menuntut Pemprov DKI Jakarta membuatkan lajur khusus sepeda di jalan protokol.
"Dari awal kita inginkan agar pemda membangun jalur khusus sepeda agar biker bisa lebih aman dan nyaman bersepeda. Bersepeda di Jakarta memang berat," keluh Ketua Umum Komunitas Bike to Work Toto Sugito dalam peringatan Hari Kartini dan Earth Day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (22/4/2007).
Permintaan ini bukannya tak beralasan. Toto menjelaskan saat ini jumlah anggota komunitasnya telah mencapai 1.300 orang. Dia berharap dibuatnya jalur khusus, akan memancing minat warga ibukota lainnya untuk menggunakan sepeda ke kantor dan aktivitas sehari-hari.
"Gunakanlah sepeda dalam aktivitas sehari-hari karena dengan bersepeda dapat mengurangi polusi dan menghemat BBM," ajak Toto.
"Dalam peringatan Hari Kartini ini, kita mengimbau agar wanita juga bisa bersepeda ke kantor," pungkas Toto.
"Dari awal kita inginkan agar pemda membangun jalur khusus sepeda agar biker bisa lebih aman dan nyaman bersepeda. Bersepeda di Jakarta memang berat," keluh Ketua Umum Komunitas Bike to Work Toto Sugito dalam peringatan Hari Kartini dan Earth Day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (22/4/2007).
Permintaan ini bukannya tak beralasan. Toto menjelaskan saat ini jumlah anggota komunitasnya telah mencapai 1.300 orang. Dia berharap dibuatnya jalur khusus, akan memancing minat warga ibukota lainnya untuk menggunakan sepeda ke kantor dan aktivitas sehari-hari.
"Gunakanlah sepeda dalam aktivitas sehari-hari karena dengan bersepeda dapat mengurangi polusi dan menghemat BBM," ajak Toto.
"Dalam peringatan Hari Kartini ini, kita mengimbau agar wanita juga bisa bersepeda ke kantor," pungkas Toto.
Langganan:
Komentar (Atom)